Lebih Dekat dengan Instalasi Sentral Linen RSU Provinsi NTB

Instalasi Sterilisasi Sentral

Oleh Harni Apriana, SKM (Ka. Instalasi Sterilisasi Sentral)DSC_0026

 

 

Rumah Sakit merupakan tempat dengan derajat kontaminasi yang cukup tinggi. Menurut Departemen Kesehatan RI (2002) Sumber kontaminasi utama di RS umumnya adalah buangan manusia berupa limbah dari proses kehidupan seperti urine, tinja, semburan pernafasan, kelupasan kulit yang selalu diproduksi dan disebarkan. Sterilisasi adalah suatu proses perlakuan terhadap bahan atau barang dimana akhir proses tidak dapat ditunjukkan adanya mokroorganisme hidup pada bahan atau barang tersebut.

 

Dalam kamus Bahasa Indonesia, linen diartikan sebagai kain putih, jadi hospital linen berarti kain putih yang digunakan di rumah sakit. Linen termasuk alat kesehatan non medis yang vital, karena digunakan oleh seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit. Oleh karena itu pengelolaannya harus betul-betul dilaksanakan dengan baik.

 

Sentral Sterilisasi dan Binatu/ Sentral Linen Rumah Sakit Umum Provinsi NTB mempunyai tanggung jawab menjamin kualitas hasil sterilisasi dengan pemanasan basah dengan uap air jenuh pada tekanan tinggi dengan suhu 121°C-134°C atau autoclave dan binatu/ sentral linen yang menjamin linen bersih, hygienis dan siap pakai baik linen perkantoran maupun linen yang digunakan oleh karyawan dan pasien. Standar pelayanan Instalasi Sentra Linen tersebut sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Direktur RSU Provinsi NTB Nomor 066.445.9/ 1873/ RSUM/ I/ 2005 Tanggal 10 Januari 2005. Dengan melihat tugas – tugas Sentral Sterilisasi dan Binatu/ Sentral linen tersebut maka perlu dipersiapkan personil yang mampu dan mau mengerjakan tugasnya. Hal ini juga harus ditunjang oleh adanya prosedur yang jelas serta sarana yang memadai, sehingga cukup aman bagi personil tersebut untuk melaksanakan tugasnya. (Humas,16-10-2014)