Tim PPRA RSUD Provinsi NTB Melakukan Rapat Koordinasi Perdana Sejak Beberapa Saat Lalu Terbentuk di Aula Mandalika RSUD Provinsi NTB

Mataram, 24 Oktober 2018

#PPRA

Hari ini (24/10) Tim PPRA RSUD Provinsi NTB melakukan rapat koordinasi perdana sejak beberapa saat lalu terbentuk di aula Mandalika RSUD Provinsi NTB.

Tim PPRA yang diketuai oleh dr. Salim S Thalib, Sp.P melibatkan beberapa unit terkait seperti komite medik, farmasi dan laboratorium.

Sekilas peranan PPRA yang perlu kita ketahui.

Penyakit infeksi di Indonesia masih termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak. Peresepan dan penggunaan antibiotik yang kurang bijak akan meningkatkan kejadian resistensi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa telah muncul mikroba yang resisten antara lain Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), resistensi multi obat pada penyakit tuberkulosis (MDR TB) dan lain-lain. Dampak resistensi terhadap antibiotik adalah meningkatnya morbiditas, mortalitas dan biaya kesehatan.

Di rumah sakit, penggunaan antibiotik yang tidak perlu atau berlebihan mendorong berkembangnya resistensi dan multipel resisten terhadap bakteri tertentu yang akan menyebar melalui infeksi silang. Terdapat hubungan antara penggunaan (atau kesalahan penggunaan) antibiotik dengan timbulnya resistensi bakteri penyebab infeksi nosokomial. Resistensi tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat diperlambat melalui penggunaan antibiotik yang bijak. Hal tersebut membutuhkan kebijakan dan program pengendalian antibiotik yang efektif.

Komite Farmasi dan Terapi (KFT), Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (KPPI-RS), Tim Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) merupakan kepanitiaan di rumah sakit yang berperan dalam menetapkan kebijakan penggunaan antibiotik, pencegahan dan penyebaran bakteri yang resisten serta pengendalian resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pada setiap kepanitiaan tersebut, apoteker berperan penting dalam meningkatkan penggunaan antibiotik yang bijak.

Program pengendalian resistensi antibiotik bertujuan:

Menekan resistensi antibiotik
Mencegah toksisitas akibat penggunaan antibiotik
Menurunkan biaya akibat penggunaan antibiotik yang tidak bijak
Menurunkan risiko infeksi nosokomial
Program Pengendalian Resistensi Antibiotik dapat berjalan dengan baik bila danya kolaborasi yang harmonis antar profesi kesehatan. Tim PPRA terdiri dari 4 Pilar, yaitu :

1. Komite Farmasi dan Terapi
2. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RS
3. Farmasi Klinik
4. Mikrobiologi Klinik

Tugas Tim PPRA :

Membantu pimpinan dalam:

1. Menerapkan kebijakan-kebijakan tentang pengendalian resistensi antimikroba (integrasi dengan 4 pilar)
2. Menetapkan kebijakan pengendalian penggunaan antibiotik
3. Menetapkan program pengendalian resistensi antimikroba (PPRA)
4. Memonitor dan mengevaluasi PPRA
5. Menyelenggarakan forum diskusi/kajian pengelolaan penderita penyakit infeksi
6. Menyebarluaskan dan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang prinsip-prinsip pengendalian resistensi antimikroba yang terkait dengan penggunaan antibiotik secara bijak
7. Mengembangkan penelitian yang terkait dengan PPRA.

Sumber : http://hisfarsidiy.org/program-pengendalian-resistensi-ant…/

#bangkitberkarya

Leave a Reply