#bangkitberkarya RUMAH SADAR GIZI dalam Penanganan Kasus Gizi Buruk Pasca Perawatan di Rumah Sakit

Mataram, 3 November 2018

#bangkitberkarya RUMAH SADAR GIZI DALAM PENANGANAN KASUS GIZI BURUK PASCA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT

Dalam rangka memperingati HUT Rumah Sakit Umum Daerah Propinsi NTB yang ke-49 dan mendukung kebijakan 100 hari pertama kerja Gubernur NTB berkaitan dengan penanganan gizi di NTB , maka Instalasi Gizi RSUD Propinsi NTB mengadakan seminar dengan tema “RUMAH SADAR GIZI PENANGANAN PADA PASIEN GIZI BURUK PASCA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT” pada hari ini (3/11) bertempat di aula Tambora.

Acara seminar ini bertujuan untuk mengatasi masalah gizi buruk khususnya pada kelanjutan fase rehabilitasi pasien gizi buruk setelah dirawat di Rumah Sakit agar tidak kembali ke fase awal (stabillisasi) setelah pulang ke rumah.

Peserta seminar berjumlah 190 orang terdiri dari ahli gizi dari berbagai puskesmas dan rumah sakit di wilayah NTB , serta kader posyandu, dan keluarga pasien gizi buruk.

Acara dibuka pukul 09.00 WITA oleh ibu Hj. Lesty selaku Kabid Diklit RSUD Propinsi NTB, dan pembacaan doa oleh Bapak Hasan Mahtar, SH kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta seminar.

Selanjutnya memasuki acara inti yakni penyampaian materi pertama oleh dr. Rifa Atuzzaqiyah, MSc., Sp.A yang berjudul Terapi Medis Untuk Anak Gizi Buruk. Dalam materi ini dijelaskan secara rinci bagaimana tanda dan gejala klinis anak gizi buruk serta bagaimana penatalaksanaan gizi buruk yang harus dilakukan . Materi kedua disampaikan oleh ibu Ida Ayu Putu Yuni Astuti, SST Gz selaku ahli gizi RSUD Propinsi NTB yang bertugas di ruang perawatan bangsal anak. Materi yang disampaikan adalah Penerapan Pemberian Konsultasi Gizi Bagi Keluarga Mulai Dirawat Sampai Pemulangan Pasien. Selanjutnya materi ketiga tentang Penerapan Konsultasi Gizi Bagi Pasien Gizi Buruk Yang Rawat Jalan Di Poliklinik Gizi disampaikan oleh ibu Ni Made Santhiari, SST Gz.

Peserta seminar terlihat antusias dalam menyimak dan mengikuti seminar ini, terbukti dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peserta terkait materi yang telah disampaikan sangat berbobot dan memberikan pengetahuan baru bagi peseta lainnya.

Setelah ketiga materi pada sesi I disampaikan, diajukan pertanyaan oleh Moderator Bpk Solikin, SKM, MPH untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan yaitu untuk menyebutkan minimal 5 langkah tata laksana gizi buruk. Peserta yang berhasil menjawab adalah ibu Sintia Fahruni dari Puskesmas Penimbung dan beruntung mendapatkan doorprize dari panitia.

Melanjutkan sesi II dari acara seminar yaitu penyampaian materi Tehnik Pemilihan Bahan Makanan Sesuai Menu Gizi Seimbang oleh ibu Nyoman Widarmini Kamadewi, SKM. Kemudian dilanjutkan dengan materi terakhir yaitu Display Dan Praktek Pembuatan Makanan Formula Untuk Anak Gizi Buruk Dan Maknanan Keluarga oleh Ibu Hj. Sitti Jauhari, BSc. Dalam penyampaian materi terakhir, ditampilkan contoh makanan pendamping ASI bayi dan balita yang telah ditata semenarik mungkin sehingga mengundang antusiasme peserta untuk melihat dan mencicipi makanan tersebut. Acara terakhir yaitu pemberian bingkisan untuk keluarga pasien gizi buruk berupa paket makanan dan sembako. Hingga akhir acara peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari pembukaan hingga penutupan.

Diharapkan seminar ini dapat memberi manfaat bagi peserta khususnya kader dan keluarga pasien dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (modifikasi formula) untuk penanganann anak gizi buruk setelah pulang dari rumah sakit.

#hut49rsudprovinsintb
#bangkitberkarya

Leave a Reply