Strategi Keuangan dan Dampak Pandemi COVID dari Sisi Pendapatan RSUD Provinsi NTB

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

Kepala Bagian Keuangan Hamid Fahmi Ardiyanto, SE, Mec, Dev memberikan briefing pagi ini (31/08). Dalam sambutannya, Kabag keuangan menyampaikan strategi keuangan dan dampak Pandemi COVID 19 dari sisi pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kepala Bagian Keuangan menyampaikan bahwa bentuk keseriusan dan tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam penanganan COVID 19 adalah semua OPD telah dilakukan rasionalisasi anggaran untuk pembiayaan COVID 19, terdapat alokasi anggaran Pemerintah Provinsi NTB melalui BTT 1 sampai dengan BTT 3 kurang lebih hampir 50 Milayar ditambah hibah fisik gedung Layanan COVID 19 dan Trauma Center melalui anggaran Dinas Pekerjaan Umum.

Sementara dampak Pandemi COVID 19 terhadap pendapatan rumah sakit mulai Bulan Maret, pendapatan Rumah Sakit mengalami penurunan dari Maret ke April sebesar 45 %, April ke Mei turun lagi sebesar 15%, dan dari segi klaim mengalami penurunan hingga 67% dimana sebelum pandemi klaim yang diajukan sekitar 14 M sampai 15 M sedang selama pandemi COVID 19 terendah 4,7 M. Hal ini tentunya mempengaruhi juga terhadap penerimaan kesejahteraan dalam bentuk remunerasi pegawai Rumah Sakit.

Selanjutnya segi pengeluaran di tahun 2020 kita mengalokasikan anggaran tambahan sebesar kurang lebih 53 M dari 173M yang artinya pengeluaran rumah sakit mengalami kenaikan kisaran 7 Milayar dari tahun sebelumnya.

Berita baiknya Bulan Juni, Juli dan Agustus, klaim COVID 19 bisa diakomodir oleh Kemenkes RI melalui verifikasi BPJS diantaranya untuk klaim pertama sebesar 572 juta , klaim ke dua 6 M, klaim ketiga 11,7 m dan klaim ke empat 6 M. Sehingga klaim tersebut bisa menutupi biaya operasional rumah sakit.

Di akhir sesi, Hamid Fami menghimbau kepada Petugas OTS lebih teliti dalam pendataan pasien, data yang diinput harus sama dengan identitas yang dimiliki pasien karena dispute klaim salah satunya adalah kekurang akuratan dalam penulisan identitas pasien.

Tetap semangat bekerja melayani hari ini, dengan tulus dan santun.