Civitas Hospitalia Jadi Pioneer Dalam Penerapan PERDA 07/2020.

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

*****
Direktur dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS menyatakan bahwa Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penyakit Menular yang sejak tanggal 14 September, hari ini sudah diberlakukan sanksi. Didalam Perda tersebut, terdapat peraturan yang mengatur tentang pemberian sanksi bagi masyarakat yang melanggar aturan seperti tidak menggunakan masker, akan dikenakan denda sebesar 100 ribu untuk masyarakat umum dan 200 ribu untuk Pegawai Negeri Sipil (ASN) serta akan dikenakan sanksi sosial bagi masyarakat yang tidak membawa uang.

Hal ini disampaikan Direktur kepada seluruh civitas hospitalia yang mengikuti apel pagi (14/09) . Direktur selanjutnya mengharapkan tidak ingin mendengar ada civitas hospitalia tertanggkap melanggar Perda tersebut. Bagaimana Civitas Hospitalia menjadi contoh dan pioner dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungannya.

Selanjutnya Direktur mengingatkan bahwa jumlah kasus COVID 19 di NTB masih tinggi dengan angka positive rate masih di atas 10% dengan angka case fatality rate sekitar 5,5 % sementara Nasional 4,5 % . Kecenderungan pasien yang masuk di rumah sakit kita adalah pasien yang kondisi berat, lanjutnya.

Dalam penanganan kasus COVID 19
Pemerintah Provinsi telah membangunkan gedung layanan COVID dan Trauma Center, yang sejak beberapa hari terakhir sudah menerima pasien.
Secara umum tingkat hunian ruang perawatan isolasi rata-rata di atas 50% . Untuk antisipasi lonjakan kasus telah disiapkan Rumah Sakit Darurat Asrama Haji dan Wisma Tambora.

Saat ini sejalan dengan telah tersedianya Gedung layanan COVID-19, Rumah Sakit perlu melakukan efesiensi, ruangan perawatan isolasi untuk pasien COVID akan dipusatkan ke Ruangan Otak Kokok dan Gedung COVID, sementara Ruang Gili Trawangan, sSendang Gile dan Segara Anak akan dikembalikan fungsingnya semula mengingat pasien non COVID yang butuh perawatan juga meningkat.

Sekali lagi Direktur mengingatkan Civitas Hospitalia dalam menjalankan kegiatan pelayanan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Rumah Sakiy masih konsisten menangani penyakit COVID dan Non COVID. Direktur meyakinkan bahwa Rumah Sakit akan selalu mengeluarkan regulasinya yang berpihak kepada pengguna layanan.

Diakhir sesi, Direktur meminta untuk meningkatkan kualitas komunikasi petugas dan pasien. Masalah yang beredar dalam berita negatif media muncul karena bias Informasi, pelayanan tidak boleh berhenti melakukan perbaikan dan pengembangan kualitas, apapun kritik saran sepanjang proporsional dihadapi bersama, tetap semangat, terapkan protokol kesehatan