RSUD Provinsi NTB Gelar Assessment Kompetensi Jenjang Karir Keperawatan

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

******

Keperawatan sebagai profesi kesehatan professional bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang dimiliki baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan anggota tim kesehatan lain. American Nurse Association menjelaskan perawat yang professional hendaknya bekerja sesuai lingkup standart praktik keperawatan professional berdasarkan kompetensi dan area klinik yang ditekuninya (ANA, 2010).

Salah satu program yang disusun secara cermat sesuai dengan area klinik dikenal dengan jenjang karir yang memberikan kemudahan perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan untuk mengembangkan kompetensi yang dimilikinya.

Pengembangan kompetensi staf keperawatan yang berhadapan langsung dengan pasien di rumah sakit merupakan salah satu upaya untuk menjaga keselamatan pasien. Kompetensi keperawatan meliputi dua aspek, yaitu : (1).kompetensi profesi yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan perilaku professional, (2) Kompetensi fisik dan mental.

Assessment kompetensi profesi keperawatan merupakan bagian dari penapisan kompetensi seorang perawat untuk menyandang gelar pekerjaan professional. Penapisan ini dimulai dengan pelaksanaan assessment kompetensi yang dilakukan oleh profesi bersangkutan, dan dilanjutkan dengan kegiatan registrasi, dimana perawat yang telah dinyatakan kompeten dicatat dan diberi nomor dalam sistem registrasi rumah sakit dalam bentuk sertifikat dan selanjutnya diberikan lisensi untuk menjalankan peran atau praktek professional di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Assasmen kompetensi jenjang keperawatan ini berlangsung dari tanggal 24 sampai 26 November 2020 diikuti oleh 45 orang tenaga bidan dan perawat yang merupakan pra PK dan PK I Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaan diatur dengan penerapan protokol kesehatan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur “dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS” yang didampingi Wadir SDM dan Diklit, Kabid Keperawatan dan Ketua Komite Keperawatan di Aula Mandalika (24/11).

Dalam sambutannya Direktur menekankan assesment dilaksanakan secara obyektif sesuai ketentuan yang ada untuk memberikan pemetaan SDM Perawat dan Bidan untuk nantinya menjabat sebagai perawat dan bidan yang profesional.

Diingatkan pula oleh Direktur bahwa tantangan ke depan semakin komplek sehingga diperlukan profesionalisme termasuk bagi Assesor . Gali benar potensi yang ada sehingga diketahui “potensi dan pasion” tenaga sehingga mendukung pelaksanaan pekerjaannya secara profesional.

Bagi Peserta Selamat mengikuti assesmen selama 3 (tiga) hari mendatang….