Instalasi Litbangkes (URB)

INSTALASI  LITBANG UNIT RISET BIOMEDIK

ntb

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT

 

I . PENDAHULUAN

Adanya Unit Riset pada suatu Rumah Sakit pemerintah non pendidikan memang merupakan suatu hal yang belum lazim di Indonesia. Dan hal ini merupakan ciri khas RSU Mataram sebagai RS tipe B non pendidikan saat itu. Pada saat ini RSU Mataram berubah menjadi RSUD Propinsi NTB yang merupakan Rumah Sakit Pendidikan tipe B.

RIWAYAT :

Instalasi Litbang/Unit Riset Biomedik (URB) RSUD Prop. NTB secara resmi didirikan pada tanggal 18 April 1994 berdasarkan SK Direktur RSU Mataram No:445.06/07/1994, yang pada dasarnya menyatakan perlunya suatu kegiatan riset laboratorik (“laboratory based research”) dalam bidang Biologi Kedokteran.

ORGANISASI :

Sejak 1 September 1996, dengan terbentuknya Instalasi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kesehatan RSU Mataram (sekarang RSUD  Propinsi NTB) maka kegiatan URB termasuk dalam salah satu kegiatan Instalasi tersebut, yang  saat ini berada dibawah koordinasi Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Penelitian

FALSAFAH :

Beberapa falsafah dasar didirikannya Laboratorium Unit Riset Biomedik adalah :

  1. Hampir semua penelitian dalam bidang kedokteran memerlukan dukungan laboratorium yang memadai dalam hal fasilitas dan kemampuan (expertise). Dukungan semacam itu tidak mungkin didapatkan dari Laboratorium rutin yang lazim ada di rumah-sakit rumah sakit, karena laboratorium RS umumnya didesain hanya untuk pelayanan pemeriksaan laboratorium rutin saja. Karena itu diperlukan suatu laboratorium dengan peralatan khusus, tenaga khusus dan kemampuan khusus untuk keperluan penelitian.
  2. Riset mengenai masalah-masalah kesehatan atau kedokteran akan lebih relistis dan berhasil bila dilakukan ditempat-tempat dimana masalah tersebut terjadi, apalagi bila dilaksanakan oleh mereka yang langsung menghadapi masalah tersebut
  3. Para dokter apalagi para dokter ahli adalah tenaga-tenaga profesional yang telah mendapatkan pendidikan dan latihan yang secara teoritik memadai yang

memungkinkan mereka untuk melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang masalah kesehatan yang mereka hadapi. Pada prinsipnya bila mereka berkeinginan, mereka mampu untuk meneliti apalagi bila dibimbing dan disediakan fasilitas penelitian yang memadai.

KETENAGAAN :

URB dipimpin oleh seorang Koordinator yang merangkap sebagai Kepala Instalasi Litbang. Pada saat ini tenaga tetap di URB terdiri dari :

1 orang  kepala Instalasi Litbang, 1 orang Guru Besar sebagai Konsultan (Universitas Mataram), 2 orang Sarjana Biologi, dan seorang  petugas Cleaning Service. Disamping tenaga tetap, di URB juga bekerja para peneliti dari luar URB, baik dari lingkungan RSU Prov.NTB atau diluar RSU Mataram yang bekerja sebagai “visitting scientist”atau trainee.

FASILITAS :

Instalasi Litbang/URB memiliki fasilitas dan peralatan standar untuk :

  • mikrobiologi
  • kultur jaringan / teknologi hibridoma
  • aktifitas imunoserologi.
  • peralatan untuk pemisahan secara fisik dan kimia.
  • peralatan biomolekuler.
  • peralatan pembuatan sediaan histopatologi

Ruang laboratorium yang  ada di Instalasi Litbang/URB adalah :

  • Ruang Kimia dan Serologi
  • Ruang Mikrobiologi
  • Ruang Ekstraksi DNA/RNA
  • Ruang PCR & program interpretasi data hasil sequensing
 lab2

 KEGIATAN :

  1. Penelitian :

Sebagian besar penelitian yang dilakukan di Instalasi Litbang/URB adalah penelitian terapan dalam Biologi Kedokteran. Namun pada batas-batas tertentu juga dilakukan penelitian dasar. Pada saat ini beberapa topik yang menjadi perhatian utama URB adalah :

  1. Infeksi Helicobacter pylori

Infeksi Hepatitis VirusPenelitian yang dilakukan meliputi aspek diagnostik, aspek biomolekuler, aspek imunologi maupun terapi, pengembangan vaksin terapeutik, serta pengembangan kit diagnostik. URB RSU Prov. NTB  selama ini berdiri paling depan dalam riset Infeksi Helicobacter pylori di Indonesia.

Meliputi penelitian mengenai Virus B, C serta E.

Untuk Hepatitis B :

  • Aspek biologi molekuler
  • Aspek epidemilogik
  • Vaksinasi termasuk vaksinasi terapeutik
  • Terapi antivirus

Untuk Hepatitis C ;

  • aspek biologi molekuler
  • terapi dengan imunomodulator dan nukleosid analog
  • aspek epidemiologik

Untuk Hepatitis E :

  • aspek biologi molekuler
  • aspek epidemiologik
  1. Senyawa bioaktif pada organisme laut

Dalam penelitian ini telah berhasil diisolasi suatu senyawa bioaktif dari cacing laut dari genus Eunice yang di Lombok disebut ”nyale” yang terbukti dapat banyak menghambat bakteria gram negatif dan positif dan senyawa dari beberapa jenis rumput laut yang hidup di perairan pantai Lombok.

  1. Teknologi pembuatan antibodi

Di URB dilakukan penelitian untuk memproduksi antibodi dengan metoda konvensional yaitu melakukan imunisasi pada binatang dan memperoleh antibodi dalam darah. Juga dilakukan penelitian produksi antibodi secara nonkonvensional misalnya : produksi antibodi dalam telur (IgY) dengan melakukan imunisasi induk ayam dan teknologi pembuatan IgG dalam colostrum dengan imunisasi binatang hamil.

  1. Infeksi Hemophilus influenza

URB RSUD Prop.NTB turut aktif mendukung penelitian mengenai infeksi Hemophilus influenza b dalam proyek penelitian mengenai vaksinasi Hib yang merupakan kerjasama antara Departemen Kesehatan, PATH (Program for Appropriate Technology in Health) dan Asosiasi Kesehatan Masyarakat Perancis yang dilaksanakan di pulau Lombok sejak tahun 1997. Diagnosa, typing serta pemeriksaan kepekaan Hib terhadap antibiotika dikerjakan di Laboratorium URB RSUD Prop. NTB.

  1. Penelitian Rekayasa Genetika

Pembuatan protein rekombinan untuk bahan

diagnostik.

  1. Peran Infeksi Human papiloma virus dalam

timbulnya kanker cervix

– Deteksi dan typing human papiloma virus

– Hubungan infeksi human papiloma virus dengan mutasi gen p53 dan pRb.

  1. Penelitian Pneumococcus di Kabupaten Lombok Tengah kerjasama dengan Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK.UI, Tahun 2012

Dan banyak topik lain yang tidak mungkin disebutkan disini.

 lab

II.  Pelayanan

Melakukan diagnostik laboratorium canggih pada spesimen-spesimen klinik yang biasanya tidak dilakukan di laboratorium klinik rumah sakit dan melakukan pemeriksaan rujukan dari laboratorium lain.

JENIS LAYANAN PENUNJANG PENELITIAN

Penyediaan BHP Mikrobiologi Perkiraan Tarif
Media Nutrient Agar 20.000/ plate
Media Muller Hinton Agar 20.000/plate
Media uji biokimiawi 50.000/plate
Media SSA 23.000/plate
Media Blood Agar Plate 25.000/plate
Media Nutrient Broth 5.000/tabung 5 ml
Media MCA 23.000/plate
Antibiotik Disc 2.500/ disc
Isolat Bakteri 150.000/ isolat (plate/tabung)
MediaTCBS  
Media EMB  
   
Pelayanan  Penelitian Biomolekuler Tarif/sampel
PCR TB (kualitatif) 350.000
PCR HBV DNA 350.000
PCR HBV RNA 450.000
PCR HEV RNA 450.000
PCR HPV 16-18 350.000
PCR H.pylori 350.000
PCR S.typhi 350.000
PCR bakteri jenis lain 350.000
Pemeriksaan ELISA 30.000
Pemeriksaan HPLC 100.000
Pemeriksaan Mikrobiologi  
Identifikasi bakteri 70.000/isolat
Tes sensitivitas 40.000/isolat
Uji senyawa bioaktif 100.000/isolat
Pemeriksaan angka lempeng total 40.000/sampel
Pemeriksaan MPN koliform 30.000/sampel

Ruang laboratorium yang  ada di Instalasi Litbang/URB adalah :

  • Ruang Kimia dan Serologi
  • Ruang Mikrobiologi
  • Ruang Ekstraksi DNA/RNA
  • Ruang PCR & program interpretasi data hasil

III. Pendidikan dan Latihan

URB juga menjadi tempat penelitian atau pelatihan mahasiswa-mahasiswa S1, S2 dan S3 Biologi atau Kedokteran yang menyelesaikan penelitian untuk skripsi, thesis atau disertasinya, yang berhubungan dengan ilmu dasar dan kedokteran. Dalam upaya menumbuhkan iklim ilmiah dan penelitian di kalangan dokter-dokter serta tenaga lain di RSU Mataram pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

KERJASAMA DENGAN LEMBAGA LAIN :

Dalam melakukan kegiatannya Instalasi Litbang/URB telah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga misalnya :

  1. Lembaga Eijkman
  2. Universitas-universitas negeri dan swasta
  3. Bagian Ilmu Peny.Anak FK.Universitas Indonesia
  4. Kelompok peneliti baik dari dalam maupun luar negeri.

PEMBIAYAAN :

Penelitian memerlukan biaya yang sangat tinggi terutama untuk peralatan dan bahan. Karena itu disamping biaya dan peralatan dari RSUD Prov. NTB, URB juga memperoleh dana penelitian dari proyek-proyek penelitian yang ada termasuk penelitian-penelitian Risbin Iptekdok, Risbinkes yang dibiayai oleh Badan Litbang Departemen Kesehatan RI dan Riset Dasar yang dibiayai oleh Kementrian Ristek.

 urb