LAKIP-2013

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

  1. PENGUKURAN KINERJA

 

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi Kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Rumah Sakit Umum Provinsi NTB sebagai Rumah Sakit Umum Rujukan satu-satunya di Provinsi NTB melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja yang dibuat sesuai ketentuan yang terkandung dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 mengenai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraruean Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan tersebut diatas memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian Sasaran dan Program/kegiatan, baik keberhasilan-keberhasilan kinerja yang telah dicapai maupun kegagalan pada tahun 2013.

          A. Kerangka Pengukuran Kinerja

Mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Inpres No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Kepala LAN No. 239 IX/6/8/2003 Tanggal 25 Maret 2003, tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Kinerja Rumah Sakit Umum Provinsi NTB diukur berdasarkan Tingkat Pencapaian Sasaran dan Program/Kegiatan. Untuk mengetahui gambaran mengenai Tingkat Pencapaian Sasaran dan Program/Kegiatan dilakukan melalui media Rencana Kinerja yang dibandingkan dengan realisasinya. Pencapaian Sasaran diperoleh dengan cara membandingkan Target dengan Realisasi Indikator Sasaran, Pencapaian Kinerja Program/Kegiatan diperoleh dengan cara membandingkan Target dengan Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan yang terdiri dari Input, Output, Outcome, Benefit, dan Impact. Media pengukuran kinerja terdiri dari :

  • Formulir PKK (Pengukuran Kinerja Kegiatan)
  • Formulir PPS (Pengukuran Pencapaian Sasaran)

 

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisa pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

 

  • Indikator Kinerja

Indikator Kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan indikator masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes), manfaat (benefits) dan dampak (impacts).

  • Indikator Sasaran

Indikator Sasaran adalah sesuatu yang dapat menunjukkan secara signifikan mengenai keberhasilan atau kegagalan pencapaian sasaran. Indikator Sasaran dilengkapi dengan Target Kuantitatif dan satuannya untuk mempermudah pengukuran pencapaian sasaran.

  • Indikator Kinerja Kegiatan

Kinerja Kegiatan dikelompokan ke dalam :

  • Kelompok indikator inputs (masukan), adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran. Indikator masukan ini antara lain berupa sumber daya manusia, dana, material, waktu, teknologi dan peraturan.
  • Kelompok indikator outputs (keluaran) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai dari hasil kegiatan dan program yang dapat berupa fisik maupun non fisik berdasarkan masukan yang digunakan.
  • Kelompok indikator outcomes (hasil) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka waktu menengah, outcomes merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.
  • Kelompok indikator benefits (manfaat) adalah kegunaan suatu keluaran (outputs) yang dirasakan langsung oleh masyarakat dapat berupa tersedianya fasilitas yang dapat diakses oleh publik.
  • Kelompok indikator impacts (dampak) ukuran tingkat pengaruh sosial, ekonomi, lingkungan atau kepentingan umum lainnya yang dimulai oleh capaian kinerja setiap indikator dalam setiap kegiatan.

 

             B. Evaluasi dan Analisis Pencapaian Sasaran

Secara umum Rumah Sakit Umum Provinsi NTB  telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra Rumah Sakit Umum Provinsi NTB  Tahun 2009-2013. Enam  sasaran yang telah ditetapkan pada Tahun Anggaran 2013 sebagaimana dituangkan dalam Rencana Strategi (Renstra) Rumah Sakit Umum Provinsi NTB  Tahun 2009-2013. Uraian lebih lanjut dapat dijelaskan sebagai berikut :

 

Program       : Pelayanan Administrasi Perkantoran
Kegiatan Penyediaan jasa administrasi keuangan
Masukan Target Rp. 130.758.500 100 %
Realisasi Rp. 113.832.000 87,06%
Keluaran Jasa administrasi perkantoran tersedia
Hasil Kecepatan dan ketepatan penyelesaian tugas
Dampak Meningkatnya kinerja pelayanan
Program       : Pelayanan Administrasi Perkantoran
Kegiatan Penyediaan jasa administrasi dan teknis perkantoran
Masukan Target Rp. 119.400.000 100%
Realisasi Rp. 119.400.000 100%
Keluaran Jasa administrasi dan teknis perkantoran tersedia
Hasil Kecepatan dan ketepatan penyelesaian tugas
Dampak Meningkatnya kinerja pelayanan
Program       : Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Kegiatan Pendidikan dan pelatihan formal
Masukan Target Rp. 500.000.000 100%
Realisasi Rp. 320.000.000 64,00%
Keluaran Terlatihnya tenaga medis RS
Hasil Meningkatnya kinerja tenaga medis
Dampak Meningkatnya kualitas pelayanan Publik
   
Program       : Upaya Kesehatan Masyarakat

  KegiatanPeningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan-MasukanTargetRp.2.600.000.000100%   RealisasiRp.2.488.627.69895,72% -KeluaranTerlayaninya pasien tidak mampu dengan baik-HasilMeningkatnya pelayanan terhadap pasien  tidak mampu-DampakMeningkatnya kesejahteraan masyarakat  Program       :Pengadaan; peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru/rumah sakit mata

  KegiatanPembangunan Rumah Sakit-MasukanTargetRp.28.771.258.500100%   RealisasiRp.25.097.136.0087,23% -KeluaranInstalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan Lanjutan-HasilGedung  Instalasi Rawt Inap dan Instalasi Rawat Jalan-DampakTerbangunnya Gedung  Instalasi Rawt Inap dan Instalasi Rawat Jalan Program       :Pengadaan; peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru/rumah sakit mata

 -KegiatanPengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit-MasukanTargetRp.1.576.791.000100%   RealisasiRp.1.462.670.00093,15% -KeluaranSistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (41.245 Pasien) dan  7.690 Kantong Darah-HasilTerlayaninya pasien dengan baik-DampakTerciptanya masyarakat yang sehat   Program       :Pengadaan; peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru/rumah sakit mata

 -KegiatanPengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit-MasukanTargetRp.997.420.000100%   RealisasiRp.965.000.00096,74% -KeluaranIncenerator RS-HasilTerbangunnya mesin pengolah limbah-DampakTerciptanya masyarakat yang sehat Program       :Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan BLUD

KegiatanPelayanan dan pendukung pelayanan BLUD-MasukanTargetRp.60.952.575.000100%   RealisasiRp.57.161.253.276,5093,78% -KeluaranMeningkatnya Mutu Pelayanan Kesehatan-HasilMeningkatkan mutu pelayanan kesehatan BLUD-DampakTerciptanya masyarakat yang sehat

 

C. EVALUASI KINERJA

 

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja di atas dengan bantuan instrumen Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) maka dalam tahapan evaluasi kinerja ini digunakan alat bantu formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) yang menggambarkan keterkaitan antara Sasaran dengan Program Kegiatan melalui indikator kinerja yang meliputi:

1. Sasaran : Tersedianya Jasa administrasi  perkantoran
Indikator : Honorarium pengelola Administrasi keuangan
Target : 100%
Realisasi : 87,06
2. Sasaran : Tersedianya Jasa administrasi dan teknis perkantoran
Indikator : Honorarium pegawai honorer/tidak tetap
Target 100%
Realisasi : 100%
3 Sasaran : Tersedianya Tenaga Medis Rumah Sakit yang handal
Indikator : Tenaga Medis Rumah Sakit
Target : 100%
Realisasi : 64%
4 Sasaran : Terlayani dan tertanggulanginya masalah kesehatan
Indikator : Pasien tidak mampu
Target : 100%
Realisasi :  95,72%
5 Sasaran : Terbangunnya Gedung  Instalasi Rawt Inap dan Instalasi Rawat Jalan
Indikator : Gedung  Instalasi Rawt Inap dan Instalasi Rawat Jalan Lanjutan
Target : 100%
Realisasi : 87,23%
6 Sasaran : Tersedianya Alat kesehatan  RS
Indikator : Alat kesehatan  RS
Target : 100%
Realisasi : 93,15%

7Sasaran:Tersedianya Incenerator RS Indikator:Incenerator Target:100% Realisasi:96,74%

8Sasaran:Tersedianya pelayanan kesehatan masyarakat  Indikator:Pelayanan dan pendukung pelayanan BLUD Target:100% Realisasi:93,78%

 

D.  ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA

 

Berdasarkan tinjauan terhadap formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) yang telah diuraikan di atas, maka dapat diinterpretasikan keberhasilan dan kegagalan dari pelaksanaan kegiatan RSU Provinsi NTB serta perkembangan kondisi pencapaian sasaran dan tujuan dalam mewujudkan visi serta misi sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Strategik.

 

Analisis secara komprehensif terhadap pelaksanaan kegiatan RSU Provinsi NTB pada Tahun 2013 berhasil, walaupun masih terdapat kekurangan-kekurangan yang merupakan hambatan. Kondisi ini dapat dilihat dari persentase realisasi keuangan dari masing-masing Program kegiatan  yang rata-rata mencapai 86,90 % dari fisik 86,67% dari realisasi pendapatan.

 

Faktor-faktor yang menunjang keberhasilan kegiatan RSU Provinsi NTB, antara lain disebabkan oleh:

  1. Merupakan Rumah Sakit Swadana/BLUD
  2. Kegiatan dan program yang dilaksanakan pada umumnya merupakan kegiatan rutin untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien
  3. Adanya system perencanaan yang besifat buttom-up, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagian sudah sesuai dengan kebutuhan unit-unit kerja
  4. Tersedianya sarana dan prasarana yang cukup memadai
  5. Adanya dukungan dari masing-masing unit

Faktor-faktor yang menghambat keberhasilan kegiatan RSUP Provinsi NTB, antar lain disebabkan oleh  :

  1. Semua biaya opersional bersumber dari pendapatan fungsional Rumah Sakit (BLUD), sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak dapat terealisasi dengan optimal karena sampai dengan batas waktu untuk pelaksanaan pengadaan, pendapatan Rumah Sakit belum sesuai target yang direncanakan.
  2. Beberapa kegiatan/kebutuhan RS tidak dapat diperkirakan/diprediksi secara nyata, karena bersifat emergensi.
  3. Terjadinya musibah kebakaran pada tanggal 10 juli 2011 yang mengakibatkan terbakarnya 18 ruang poli, 5 instalasi dan alat alat kesehatan dan alat kedokteran lainnya sehingga Rumah sakit tidak dapat beroperasional secara maksimal
  4. E. AKUNTABILITAS KEUANGAN

 

 

 

 

 

 

  1. Alokasi Anggaran RSU Provinsi NTB                                                                                                                                                                                                                                                                     Program kegiatan RSU Provinsi NTB pada tahun 2013 dibiayai dengan sumber dana sebagai berikut:

 

No. Anggaran Target (Rp) Realisasi (Rp)
1. APBD-Subsidi (Belanja Tidak Langsung) 53.977.434.300 51.608.591.234
2. APBD-Subsidi (Belanja Langsung) 95.650.783.000 87.651.298.974,50
Jumlah 149.628.217.300 139.339.890.208,50

 

Untuk lebih jelasnya, akan kami uraikan alokasi dan realisasi per jenis kegiatan sebagai berikut:

 

  1. Dana Subsidi Belanja Tidak Langsung dengan kegiatan:
  2. Gaji dan Tunjangan Pegawai
  3. Tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil

 

Pagu  Anggaran       :     Rp     53.977.434.300

Realisasi Anggaran  :     Rp    51.608.591.234        (95,61%)

 

  1. Dana Subsidi belanja langsung dengan kegiatan:
  2. Penyediaan jasa administrasi keuangan
  3. Penyediaan jasa administrasi dan teknis perkantoran
  4. Pendidikan dan pelatiha formal
  5. Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan
  6. Pembangunan rumah sakit
  7. Pengadaan alat-alat kesehatan
  8. Pengadaan mesin pengolah limbah

 

Pagu   Anggaran            :     Rp     34.698.208.000

Realisasi Anggaran        :     Rp     30.570.045.698        (88,10%)

 

  1. Dana Badan Layanan Umum Daerah RSU Provinsi NTB (Belanja Lansung) dengan rincian sebagai berikut :
    1. Biaya Pelayanan
  • Biaya Pegawai
  • Biaya Bahan
  • Biaya Jasa Pelayanan
  • Biaya Pemeliharaan
  • Biaya Barang dan Jasa
  • Biaya Depresiasi
  • Biaya pelayanan lainnya

 

  1. Biaya Umum dan Administrasi:
  • Biaya pegawai
  • Biaya Administrasi Kantor
  • Biaya Pemeliharaan
  • Biaya barang dan jasa
  • Biaya promosi
  • Biaya umumdan admiistrasi lainnya
  • Biaya Akreditasi
  1. Biaya Investasi:
  • Biaya Peralatan dan Mesin

 

Target  Pendapatan       :     Rp.60.952.575.000

Realisasi Pendapatan    :     Rp.56.117.837.710.29      (92,07%)

Realisasi Pengeluaran   :     Rp 57.161.253.276,50      (93,78%)

 

No. Nama Kegiatan Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) %
I APBD – Subsidi
1. Penyediaan jasa administrasi keuangan

130.758.500113.832.00087,062.Penyediaan jasa administrasi dan teknis perkantoran

119.400.000119.400.0001003.Pendidikan dan pelatihan formal

500.000.000320.000.000644.Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan

2.600.000.0002.488.627.69895,725.Pembangunan Rumah Sakit

28.771.258.50025.097.136.00087,236.Pengadaan alat-alat kesehatan Rumah Sakit

1.576.791.000.1.462.670.00093,157.Pengadaan Mesin pengolah limbah997.420.000965.000.00096,74     IIAPBD – BLUD        2.Pelayanan dan pendukung pelayanan BLUD60.952.575.00057.161,253,276,5093,78