RSUD Provinsi NTB Berpartisipasi dalam Pelatihan Pelatih Klub Jantung Sehat di Nusa Tenggara Barat Tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama NTB

DSC_0669DSC_0670

Mataram, 19 Februari 2015.   Dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi Pe;atih Klub Jantung Sehat, sebagai Pelopor Hidup Sehat , Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat dan YJI Cabang Utama NTB melaksanakan Pelatihan Pelatih Klub Jantung Sehat dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada tanggal 19 s/d 22 Februari 2015.

Pada Pembukaan acara tersebut yang berlangsung di Balai Pengembangan Tenaga Kesehatan (BPTK) Mataram, Sekretaris Daerah Provinsi NTB yang sekaligus Ketua YJI Cabang Utama NTB “ H. Muhammad Nur, SH,MH” dalam sambutannya mengingatkan bahwa Penyakit Jantung merupakan salah satu Penyakit yang paling banyak mengakibatkan kematian dan sering kali kita tidak menyadarinya, sedangkan penyakit yang mematikan ini sebenarnya mampu untuk kita hindari bersama. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi bahwa pada tahun 2030 sekitar 23,6 Juta orang akan meninggal karena penyakit jantung. Untuk mencegah penyakit jantung dianjurkan melakukan Panca Usaha Jantung Sehat, yang meliputi : Seimbang Gizi, Enyahkan rokok, Hadapi dan atasi stres, Awasi tekanan darah, Teratur dan terukur berolah raga. H.Muhammad Nur, SH, MH mengajak kita gbersama-sama untuk menyebarluaskan upaya bersama dalam hal pencegahan dan menurunkan kematian akibat penyakit jantung di masyarakat, untuk itu dituntut peran semua pihak dalam menyiapkan pengembangan klub jantung sehat di masing-masing wilayah. Harapan besar bila terbentuk klub jantung sehat di masing-masing wilayah makan kebiasaan hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik/ berolah raga secara rutin khususnya senam jantung sehat dapat meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas kerja kita.

Pelatihan ini diiukuti oleh 33 peserta yang berasal dari perwakilan SKPD Provinsi diantaranya RSUD Provinsi, Dinas Kesehatan, BKMM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan Dikpora. Disamping ada pula dari Fakultas Kedokteran Unram dan Fakultas Kesehatan NW. Peserta yang dikirim dari kabupaten/ kota juga hadir diantaranya dari Dinas Kesehatan Kota Mataram, Lombok Barat dan Sumbawa. Bahkan Peserta juga ada yang berasal dari Yayasan Jantung Sehat Utama Bali dan klub jantung sehat se- Kota Mataram

Selama pelatihan berlangsung peserta disamping menerima materi secara teori dari Narasumber dari Yayasan Jantung Indonesia Pusat, YJI Cabang Uatama NTB dan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia ( PERKI ). Peserta juga harus melakukan praktek seputar materi yang telah diberikan. Untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta selama mengikuti pelatihan, Panitia melakukan evaluasi ujian tertulis dan praktek selama pelatihan berlangsung (Humas/ Solikin)