Menuju Green Hospital : Pencanangan Gerakan Penghijauan

Mataram, 26 Oktober 2017. Dalam rangka menciptakan lingkungan RSUD Provinsi NTB lebih asri dan berwawasan lingkungan serta  untuk mewujudkan kenyamanan lingkungan bagi pasien serta warga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan rumah sakit.  Diharapkan  rumah sakit yang berwawasan lingkungan dan merupakan jawaban atas tuntutan kebutuhan pelayanan dari pelanggan rumah sakit yang telah bergeser ke arah pelayanan paripurna serta berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit.
Untuk menjadikan sebuah rumah sakit agar berdaya guna, memberikan manfaat, kenyamanan, keuntungan, dan mendapatkan citra yang baik khususnya bagi masyarakat, tentu pemberian pelayanan yang baik dengan dukungan segala aspek yang terkait dan terikat di internal rumah sakit harus berjalan seimbang.

Berdasarkan intruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1988 mengemukakan bahwa ruang terbuka hijau memberikan manfaat sebagai berikut :

  1. Memberikan kesegaran, kenyamanan dan keindahan lingkungan
  2. Memberikan lingkungan bersih dan sehat
  3. Memberikan hasil produksi berupa kayu, daun bunga, biji, serta buah atau hasil lainnya.

Menuju Green Hospital merupakan jawaban dari tuntutan kebutuhan pelayanan dari pelanggan rumah sakit yang telah bergeser ke arah pelayanan paripurna dengan berbasis kenyamanan dan keamanan lingkungan rumah sakit. Oleh karena itu rumah sakit hendaknya mampu memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi pasien dan pengunjung lainnya. Terpenuhinya unsur kenyamanan lingkungan merupakan salah satu pertimbangan pasien dalam pemilihan rumah sakit.

Pemanfaatan sumberdaya air, energi, material alam yang merupakan kebutuhan input secara terus menerus bagi pengoperasian rumah sakit perlu dilandasi prinsip prinsip eco-effisiensi, sehingga pemenuhan konsep prinsip pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan akan terpenuhi. Maka kedepannya dibutuhkan model rumah sakit dengan kegiatan berbasis green hospital atau rumah sakit ramah lingkungan, sekaligus sebagai salah satu upaya menuju pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

Kegiatan Green Hospital menitikberatkan pada Go Green yang merupakan sebuah upaya dalam pelestarian ekosistem bumi. Dan penerapan Green Hospital dapat dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut :

  1. Save the water (hemat air)
    yaitu dengan cara mendrever penggunaan air yang efisien dan efektif serta meninjau kembali system plumbing/istalasi air serta pemeliharaan dan pembenahan istalasi air yang bocor.
  2. Save the energy (hemat energi)
    adalah mengefisiensikan penggunaan energi listrik dengan pemanfaatan energy matahari sebagai penerangan dan pemanasan alami.
  3. Waste management (manajemen pengolahan sampah) yaitu mengelola sampah organik rumah tangga rumah sakit dengan membuatnya menjadi kompos yang berguna untuk memperbaiki struktur tanah, jika struktur tanah baik maka tanah akan menjadi lebih gembur dan baik untuk tanaman. Dan jika tanaman tumbuh menghijau maka udara dan hawa menjadi segar karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan.
  4. Eco-protection (pelestarian lingkungan) yaitu jika beberapa komponen diatas dilakukan dalam penerapan greeen hospital maka langkah selanjutnya adalah melestarikan lingkungan yang telah tercipta agar menjadi lebih baik lagi.

Kegiatan atau kebijakan green hospital menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman. Kegiatan green hospital dengan menambah ruang terbuka hijau diharapkan akan dapat memberi kontribusi bagi peningkatan kualitas udara didalam rumah sakit, selain itu agar tercipta kawasan rumah sakit yang bebas asap rokok!.

Ikhtiar tersebut di atas, RSUD Provinsi NTB kembali melakukan pencanangan gerakan penghijauan di Lingkungan RSUD Provinsi NTB sebagai langkah awal menuju rumah sakit berwawasan lingkungan. Pencanangan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2017 dirangkaikan dengan peringatan HUT RSUD ke 48 yang bertemakan Bangga Berkarya . Semoga lancar dan sukses.