Bersepeda Aman di Saat Pandemi COVID-19

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

Masa pandemi mengharuskan kita harus membatasi aktifitas di luar rumah. Namun, kita juga harus menjaga tubuh supaya tetap fit dan tidak tertular infeksi. Selama ini kita disarankan untuk tetap di rumah saja, kapan mulai berolahraga di luar itu menjadi pertanyaan. Bersepeda adalah olahraga yang populer akhir-akhir ini, namun sempat terganjal oleh adanya pandemi. Apakah masih aman untuk bersepeda saat ini?

Kalau kita perhatikan data yang dikeluarkan pemerintah daerah NTB, jumlah kasus baru dibanding total kasus yang diperiksa paska lebaran, pada H+3 lebaran sekitar 13,4%, mencapai puncak pada H+7 (lebaran topat) yaitu 25%, sempat turun dan naik lagi pada H+10 sebanyak 20,6% , dan menurun lagi hingga kemarin sebesar 3,38% (8 Juni 2020). Tren ini tidak bisa digunakan untuk prediksi tren jangka panjang dan masih fluktuatif. Harus ada permodelan dengan memproyeksikan berdasarkan kasus yang aktif dibandingkan dengan jumlah kasus total. TIdak ada satu pun yang bisa memastikan kapan pandemi berakhir, namun saatnya lah kita harus “move on” tentunya dengan memperhatikan protokol pemerintah.

Manfaat bersepeda

Bersepeda adalah salah satu olahraga menyenangkan, dimana kita bisa mengeksplorasi tempat-tempat yang sulit terjangkau dengan roda empat, menikmati indahnya alam pulau Lombok dan sekitarnya, menikmati indahnya pantai dari atas bukit, menikmati mulusnya aspal jalanan. Bersepeda memiliki banyak manfaat, yaitu dapat mengurangi depresi, dengan meningkatkan “mood” karena pelepasan adrenalin dan endorfin yang dapat meningkatkan percaya diri. Bersepeda dapat menurunkan berat badan antara 400 sampai 1000 kalori per jam tergantung intensitas dan berat badan pesepeda. Juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Bersepeda dapat membentuk otot terutama terutama gluteus, paha depan dan belakang, dan betis. Selain itu, juga dapat memperbaiki kesehatan paru-paru. Bersepeda dapat meningkatkan denyut jantung sehingga dapat memompa darah ke seluruh tubuh dan membakar kalori sehingga dapat mencegah obesitas dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker. Suatu studi yang dilakukan oleh Universitas Glasgow, dari 260.000 individu yang latihan selama 5 tahun dengan bersepeda ke tempat kerja, setengahnya menunjukkan turunnya kejadian penyakit jantung dan kanker. Bersepeda juga merupakan olahraga yang lebih aman dibandingkan lari karena lebih sedikit risiko cidera. Seorang ilmuwan membandingkan dua kelompok pelari dan pesepeda jarak jauh, hasilnya 133-144 persen pelari menderita kerusakan otot, 256 persen inflamasi, karena lari merupakan olahraga yang banyak menggunakan beban tubuh. Bersepeda juga dapat meningkatkan kemampuan navigasi, apalagi bila kita menjelajah daerah-daerah menarik yang tersembunyi. Yang menarik, dr Matthew Forysth, seorang ahli urologist menyatakan bahwa semua otot yang bekerja saat bersepeda juga digunakan selama berhubungan seks, sehingga dapat meningkatkan kualitas aktifitas hubungan suami-istri. Suatu studi tahun 2013, menunjukkan bahwa saat bersepeda, aliran darah ke otak meningkat 28%, bahkan bisa sampai 70% di area tertentu, dan bertahan 40% setelah latihan. Bersepeda tidak hanya meningkatkan denyut jantung tetapi juga meningkatkan kemampuan mengendalikan sepeda secara tehnik dan meningkatkan kewaspadaan. Professor Tim Noakes, dari Universitas Cape Town juga mengatakan bahwa latihan ringan dapat meningkatkan sistem imun.
Penyebaran virus saat berolahraga

Masih menjadi perdebatan apakah virus korona menular melalui droplet atau airborne (udara), namun kalau kita mengacu pada WHO, virus ini dapat menular melalui droplet. Belgian-Dutch study menjelaskan bahwa tiap negara memiliki aturan yang hampir sama untuk jaga jarak (saat diam) yaitu antara 1-2 meter. Namun, untuk yang beraktifitas seperti lari atau bersepeda harus lebih berhati-hati, karena saat berolahraga, batuk atau bersin dapat membuat partikel berada di udara, dan orang yang lari di belakang kita bisa mendapatkan droplet tersebut. Peneliti menyarankan jarak orang berjalan dengan satu arah sebaiknya paling tidak 4-5 meter, dan untuk lari dan bersepeda lambat setidaknya 10 meter, dan bersepeda cepat paling tidak 20 meter.

Bersepeda yang aman di saat pandemi

Beberapa negara mengeluarkan aturan yang berbeda mengenai olahraga di luar rumah. Pada tanggal 11 Mei, pemerintah Inggris memberikan suatu panduan mengenai bersepeda, dimana harus mematuhi aturan pemerintah dengan melakukan social distancing atau jaga jarak, terutama bila jalanan sempit. Bersepeda di luar rumah bisa dilakukan dengan 1 orang lain yang tidak serumah (bukan berkelompok) dengan jarak 2 meter. Kebersihan tangan harus dijaga supaya tidak menularkan orang lain. Namun bila ada gejala dari virus corona sebaiknya tinggal di rumah. Di Wales, bersepeda diperbolehkan asal sendiri atau bersama anggota keluarga serumah, dan jaga jarak harus dipertahankan. Tidak disarankan untuk bersepeda terlalu jauh dari rumah, dan disarankan untuk bersepeda ke lokasi yang dikenal.

Menggunakan masker saat berolahragasangat penting. Bukan hanya untuk melindungi diri kita, tapi juga melindungi orang-orang di sekitar kita. Berolahraga dengan menggunakan masker juga aman dan tidak menyebabkan kematian, asal orang tersebut tidak memiliki penyakit pernafasan sebelumnya seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, fibrosis paru, atau penyakit kardiovaskular sebelumnya. Bila memang terpaksa, disarankan untuk konsultasi dengan dokter sebelum melakukan latihan dengan menggunakan masker.

Jadi, berolahragalah. Untuk meningkatkan imunitas, mengurangi kecemasan, dan membuat tubuh lebih bugar. Protokol pemerintah harus diterapkan, rajin menjaga kebersihan tangan, usahakan bersepeda dengan orang serumah, hindari bersepeda berkelompok lebih dari 5 orang terutama yang tidak serumah, jaga jarak sesuai dengan penelitian yang sudah ada, hindari banyak berhenti dan bertemu banyak orang untuk menghindari transmisi, serta jangan ragu untuk menggunakan masker, utamanya yang tidak memiliki penyakit pernafasan. Tetap harus ingat, bahwa kita bisa menularkan orang, dan orang bisa menularkan kita. Jika ragu, olahraga di rumah (indoor cycling) pun bisa jadi solusi. Ketentuan bersepeda di luar rumah bisa jadi akan berbeda di setiap daerah, tergantung kebijakan pemerintah setempat. Jangan lupa berdoa semoga pandemi lekas berakhir.

Penulis :
dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC
Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah
Dosen FK Universitas Mataram
Ketua KSM Jantung RSUD Provinsi NTB
Ketua PERKI NTB

#MelayaniDenganTulusDanSantun
#NTBMelawanCorona
#BersamaLawanCovid19
#rsudpntb
#rsudpsehatdancerdas
#rsudpntbbersihdanmelayani
#rsudpntbasridanlestari
#Pkrsrsudprovntb
#ntbsehat
#ntbgemilang