Bank Darah Kini Telah Berubah Menjadi UTDRS (Unit Tranfusi Darah Rumah Sakit)

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

Sejak 17 Agustus 2020 kemarin Bank Darah Rumah Sakit telah berubah menjadi Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS). Hal ini disampaikan oleh dr Hj. Umu Hanifa, M. Kes, Kepala UTDRS pada briefing apel (28/08).

Perbedaan bank darah rumah sakit dengan UTDRS, antara lain: Bank darah rumah sakit yaitu menyediakan kebutuhan darah rumah sakit dengan cara merencanakan kebutuhan darah, mengamprah/mengambil darah di UTD PMI, menyimpan dan mendistribusikan darah, mencatat dan melaporkan adanya reaksi tranfusi.

Sementara UTDRS antara lain: merekrut donor/melestarikan donor, mengolah darah menjadi komponen darah (WB,PRC,TC,FFP), menyimpan dan mendistribusikan darah, bila ada reaksi tranfusi darah kita mencari penyebab reaksi tranfusi darah.

Alhamdulillah UTDRS Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai alat aperesis yang pertama ada di NTB. Alat aperesis ini mempunyai keunggulan dalam sistem kerja, dimana pendonor yang mendonorkan darahnya bisa langsung diambil sesuai dengan yang dibutuhkan pasien, contoh jika pasien butuh trombosit, maka dari pendonor hanya diambil trombosit -nya saja sedangkan komponen yg lain dikembalikan ke pendonor. Sebagai gambaran untuk nilai 1 kantong trombosit aperesis sama dengan 10 kantong trombosit hasil biasa.

Pada era pandemi COVID 19 ini, UTDRS RSUD Provinsi NTB juga siap untuk memberikan terapi plasma dengan metode aperesis tersebut, dimana intinya perbedaan ada pada pendonor, dimana yg donor harus pasien yg sudah sembuh dari COVID 19 untuk diberikan ke pasien yang positif COVID 19.

Di akhir sesi, dr. Umu mengharapkan tambahan dukungan alat penunjang yang dibutuhkan UTDRS agar bisa beroperasional optimal.