Tim IGD Berbagi Ilmu dan Pengalaman Kegiatan Prehospital dan Gawat Kebidanan Dalam Apel English Day

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

Halo, Healthy People dan Civitas Hospitalia! Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran dalam melaksanakan segala aktivitas di era new normal ini.

English day edisi minggu ini, memberikan kesempatan kepada Tim IGD untuk berbagi ilmu dan pengalaman mengenai kegiatan prehospital dan gawat kebidanan, yang tentunya disampaikan dalam berbahasa Inggris.

Berikut yang dapat kami rangkum dari uraian yang disampaikan oleh Ns.H. Awaludin Alqatiri, S.Kep, sebagai Kepala Divisi Prehospital IGD Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, mengenai kegiatan prehospital.

Prehospital adalah pelayanan sebelum masuk rumah sakit. Adapun kegiatan prehospital meliputi: evakuasi medis emergensi dan non emergensi, kontrol lalu- lintas rujukan melalui sistem rujukan terintegrasi (sisrute), pengawalan P3K even nasional/internasional baik olah raga ataupun lainnya. Pengawalan VVIP presiden, wakil presiden dan tamu negara lainnya.

Tim prehospital ini, terdiri dari dokter emergency, dokter jaga IGD, dan perawat prehospital tersertifikasi.

Setiap kegiatan tim preshospital didukung sesuai kebutuhan dengan beberapa fasilitas, yaitu: ambulance ACLS, ambulance ALS, ambulance VVIP (2 unit), total ambulance Emergency IGD 7, dan Radio Komunikasi.

Selain berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai prehospital, Tim IGD bagian maternal, juga mendelegasikan Bidan Yori Gagarin, Amd. Keb, untuk bertukar cerita mengenai kegiatan gawat maternal.

Menurut penuturan Yori, selama pandemi Covid 19, tim bidan melakukan skrining pada semua pasien obstetrik dan ginekologi di triage IGD yang bertujuan untuk membedakan pelayanan dan terapi pada pasien yang suspek Covid 19 dan non supek.

Skrining yang dilakukan meliputi rontgen dada dan menanyakan keluhan yg berkaitan dengn gejala Covid-19 seperti batuk, demam, sakit tenggorokan, dan sebagainya.
Tidak jarang Tim bidan menolong persalinan di triage IGD saat sedang melakukan skrining, itulah pentingnya menggunakan APD.

Yori mengakui, dirinya bersama tim bidan lain juga pernah menolong persalinan di ruang isolasi IGD menggunakan baju hazmat (APD). Panas, gerah, dan kadang dehidrasi sudah pasti dirasakan, tetapi itu bukan masalah selama ibu dan bayi selalu sehat dan aman.

Healthy people, semoga ulasan ini bermanfaat. Tetaplah menjadi pejuang kesehatan dengan memutus rantai penyebaran Covid melalui 3M. Menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Salam sehat!