Tindakan CT Angiografi di RSUD Provinsi NTB mampu Mendeteksi Kelainan Pembuluh Darah di Otak

Tindakan CT Angiografi di RSUD Provinsi NTB : KELAINAN PEMBULUH DARAH OTAK PASIEN TERDETEKSI

 oleh dr. Dewi Anjarwati, Sp.Rad  / Kepala Instalasi Radiologi 

Keberadaan CT-Scan 128 Slice di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam beberapa hari terakhir telah terbukti sangat membantu penegakan diagnosis penyakit pasien. Ketika instalasi radiologi dapat membantu para klinisi menegakkan diagnosis pasien dengan peralatan kedokteran yang canggih, maka selayaknya ucapan syukur Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT, karena keprofesionalan para radiografer sebagai operator tindakan pemindaian/pencitraan di bawah pengawasan dokter spesialis radiologi saat mengoperasikan CT-Scan 128 Slice kepada pasien, dapat berjalan lancar dengan hasil yang baik.

Hari Rabu, 2 Agustus 2017, datang seorang pasien dengan keluhan sakit kepala dan pusing. Semula keluarga pasien mendapat saran dari sebuah rumah sakit di daerah ini agar dirujuk ke Denpasar atau Surabaya untuk dilakukan CT Angiografi. Ini tentu cukup merepotkan dan membebani keluarga pasien. Namun berkat berbagai informasi yang diperoleh bahwa RSUD Provinsi NTB sudah memiliki CT-Scan 128 Slice, keluarga pasien ini datang ke instalasi radiologi, dan instalasi radiologi RSUD Provinsi NTB menyatakan siap melakukan CT Angiografi.

Sejumlah radiografer di instalasi radiologi, yakni Wayan Ari Makmur, Suci Madusari, Dayu Sutresna, Novi Setyawati, Kun Saiful Jihad dan Ardianto, di bawah supervisi Kepala Instalasi Radiologi dr. Dewi Anjarwati MKes, SpRad kemudian melakukan pemindaian (CT Angiografi) kepala pasien dengan alat CT-Scan 128 Slice. Hasilnya terlihat jelas pembuluh darah di otak pasien.

Gambar 1-4 : Hasil pencitraan CT Angiografi 3D (CT Scan 128 slice) pada pasien Aneurisma yakni kelainan pembuluh darah yang terlihat ada penggelembungan/ pelebaran pembuluh darah otak yang sangat rentan terjadi stroke perdarahan. (tanda panah merah).
Hasil pemindaian itu memperlihatkan terjadi aneurisma  pada pasien, yakni kelainan pembuluh darah di otak yang biasanyan disebabkan oleh lemahnya dinding pembuluh darah. Ketika pembuluh darah tidak mampu menahan tekanan darah yang cukup tinggi maka dapat menimbulkan penggelembungan atau pelebaran., dan jika pembuluh pecah, darah yang keluar akan menyebar kemudian terjadi pembekuan darah yang tertahan di dalam otak atau dikenal sehari-hari sebagai stroke perdarahan (stroke hemoragik). Ini bisa berakibat fatal bagi pasien.

Masyarakat sejatinya diminta semakin cerdas mengenali tanda-tanda aneurisma karena dapat menyebabkan stroke (hemoragik). Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko aneurisma antara lain tekanan darah tinggi, aterosklerosis (plaque atau pengapuran dinding pembuluh darah), kolesterol, trauma atau cedera, merokok dan penggunaan tembakau, diabetes, alkohol serta riwayat keluarga.

Untuk itu, jika ada anggota keluarga yang selalu mengeluh sakit kepala dan pusing secara terus menerus, sebaiknya segera ke dokter, bila diperlukan akan diberi pengantar untuk dilakukan CT Angiografi di RSUD Provinsi NTB. CT Angiografi tidak saja untuk mendeteksi kelainan pembuluh darah di otak, tetapi juga pembuluh darah di seluruh tubuh seperti leher (karotis), dada (thorax), perut (abdomen) dan ekstrimitas (tangan dan kaki). CT Angiografi ini hanyalah salah satu fasilitas yang dimiliki oleh CT Scan 128 slice. Sedangkan kemampuan CT Scan 128 slice sendiri sebagai modalitas penunjang mampu mendiagnosis berbagai penyakit lebih banyak lagi. Alat canggih inilah yang disiapkan RSUD Provinsi NTB untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri MM dan Wadir Pelayanan dr. Agus Rushdy Hariawan H, SpOG mengucapkan rasa syukur atas kelancaran tindakan CT Angiografi terhadap pasien aneurisma di rumah sakit ini. “Mudah-mudahan kehadiran CT-Scan 128 Slice memotivasi RSUD Provinsi NTB untuk lebih unggul dan maju di masa mendatang sebagai ikhtiar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat NTB ,”  (Humas RSUD Provinsi NTB).