Penggunaan Obat Baru Untuk Penanganan Pasien Positif COVID-19

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

*****

Ketua Komite Tenaga Kesehatan Lainnya, Apt. Dini Rosmawati,S.Si,MH berkesempatan memberikan informasi baru pada Civitas Hospitalia pagi ini (14/10)

BPOM telah menyetujui izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA) dua obat terbaru untuk membantu penyembuhan pasien positif Covid-19 di Indonesia. Dua obat baru tersebut adalah Favipiravir dan Remdesivir. Favipiravir mendapat persetujuan EUA pada tanggal 3 September 2020, sedangkan Remdesivir pada tanggal 19 September 2020. Dua obat tersebut terbukti melalui serangkaian uji klinik menunjukkan manfaat terhadap penyembuhan pasien covid-19.

Hasil uji klinik akhir yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine, NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Disease) Amerika Serikat, menemukan bahwa penggunaan remdesivir plus perawatan standar, mempercepat waktu pemulihan klinis hingga 5-7 hari dibandingkan dengan pasien yang hanya diberi plasebo. Para peneliti juga mengamati kecenderungan penurunan mortalitas pada keseluruhan populasi penelitian pada hari ke 15 dan hari ke 29 untuk pasien yang diobati dengan remdesivir.

Berdasarkan EUA yang diterbitkan BPOM maka remdesivir dapat digunakan untuk pasien positif covid-19 dengan derajat berat yang sedang dirawat di rumah sakit. Favipiravir dapat digunakan untuk pasien positif covid-19 dengan derajat ringan dan sedang yang sedang dirawat di rumah sakit. sediaan obat Remdesivir dalam bentuk Injeksi, Favipiravir dalam bentuk tablet. Pertengahan Oktober 2020 obat tersebut mulai dipasarkan oleh beberapa distributor nasional yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Untuk memastikan khasiat dan keamanan obat baru tersebut, BPOM telah mewajibkan industri farmasi melakukan farmakovigilans atau pemantauan dan pelaporan efek samping obat yang harus disampaikan ke BPOM.

Pada masa awal pandemi covid19, BPOM telah memberikan EUA untuk obat Oseltamivir, Klorokuin, serta hidroksiklorokuin untuk digunakan pengobatan pasien Covid-19. RSUD Provinsi NTB, sesuai dengan protokol pengobatan pasien Covid-19, telah menggunakan obat tersebut. Terutama Oseltamivir hingga saat ini masih menjadi pilihan terapi. Remdesivir juga mulai tersedia dan digunakan di RSUD Provinsi NTB. Kedepan juga akan disediakan obat favipiravir. Sehingga dengan adanya dua obat baru tersebut, RSUD Provinsi NTB dapat ikut serta berperan dalam meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian pasein Covid-19 di wilayah NTB (Dini Rosmawati)*