Merajut Asa Hadirkan Layanan “Plasma Convalescent”

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

Sehari setelah peresmian Unit Transfusi Darah Rumah (UTDRS) Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat pada HUT Kemerdekaan RI ke 75, Direksi melakukan pembahasan sebuah layanan unggulan UTDRS dalam Era Pandemi (18/08).

Telah banyak penelitian dan pengembangan terapi yang menjanjikan untuk penganganan COVID-19, salah satunya adalah convalescent plasma.

Direktur dr. H. Llau Hamzi Fikri,MM, MARS menyatakan Terapi plasma convelesent sudah mulai dijalankan oleh beberapa rumah sakit dan menunjukkan hasil yang cukup bagus terhadap pasien ditandai dengan semakin membaiknya kondisi kesehatannya. Ditengah upaya pelaksanaan terapi plasma Convelesent mengalami beberapa kendala dan permasalahan. Khusus di RSUD Provinsi NTB, terapi plasma convelesent sangat memungkinkan untuk dilakukan karena ketersediaan alat cukup memadai. Sehingga diharapkan dalam pertemuan ini ada masukan dari Tim Klinisi dan Peserta konsolidasi hari ini termasuk kemungkinan kerjasama dengan Pihak TNI-AD untuk membantu terkait pendonor. Lanjut dr. Fikri.

Sementara dr. Raehanul Bahraen, Sp.PK yanng merupakan klinisi di UTDRS memberikan pandangan bahwa Istilah convalescent plasma merujuk pada pemberian plasma darah dari orang yang telah sembuh ke pasien lainnya yang dalam masa pengobatan untuk penyakit infeksi yang sama. Plasma darah dari orang yang telah sembuh diperkirakan dapat membantu melawan COVID-19 karena memiliki antibodi yang telah dibentuk oleh pasien sembuh tersebut. Selanjutnya dr Raehanul menyampaikan untuk mengoperasionalkan alat donor terapi plasma diharuskan para petugas memiliki sertifikat pelatihan alat donor (transmedic). Dibutuhkan pula tambahan alat donor apheresis (pemindahan donor lebih steril) disamping diperlukan izin dari dinas kesehatan untuk operasional terapi plasma Convalescent.

Beberapa masukan dari Tim klinisi yang terdiri dari Dokter Spesialis Paru, Anastesi dan Patologi Klinis yang intinya mendukung rencana startegis dalam penanagnan COVID-19 dengan memperhatikan beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi agar secara medis aman dilakukan di UTDRS. Sementara dari RSAD “Wirabhakti” siap membantu kerjasama terkait pendonor dari TNI dan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat mengingatkan untuk segera mempersiapkan regulasi dan standar layanan terapi plasma convalescent.

Diskusi awal yang merupakan langkah kedua untuk merajut sebuah terapi penanganan COVID-19. Masukan yang startegis ini menjadi prioritas Tim UTDRS Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk segera ditindaklanjuti, harap Direktur mengakhiri pertemuan hari ini.

Yuk bantu Pemerintah menjadi ‘pejuang’ dalam memutus rantai penularan virus ini dengan #tetapdirumahaja, wajib #menggunakanmasker dan rajin #mencucitangan. 🤗

#MelayaniDenganTulusDanSantun
#NTBMelawanCorona
#BersamaLawanCovid19
#rsudpntb
#rsudpsehatdancerdas
#rsudpntbbersihdanmelayani
#rsudpntbasridanlestari
#Pkrsrsudprovntb
#ntbsehatdancerdas
#ntbgemilang