Kepala BNN Provinsi NTB Hadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon

Hello Healthy People dan Civitas Hospitalia! 👋

Kepala Badan Narkotika Nsional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat hadiri Penandatanganan perjanjian kerjasama pemeriksaan kesehatan calon Bupati dan Wakil Bupati antara KPU, 6 kabupaten se-NTB dengan IDI, HIMPSI dan BNN Provinsi NTB yang berlangsung di Aula Rinjani Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (31/08)

Kepala BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat, Brigjen Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra menyampaikan bahwa Pemeriksaan urine pada pemeriksaan kesehatan bapaslon ini dalam rangka deteksi dini. Deteksi dini merupakan non pro justicia dan hasil pemeriksaan urine tidak akan dipublikasikan.

Dalam Upaya Pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (p4gn) dilakukan dengan tes urine. Dimana hasil pemeriksaan urine hanya boleh diberikan kepada pimpinan instansi yang meminta dan hanya boleh digunakan untuk kepentingan internalnya, tidak boleh dipublikasikan.

Kepala BNN mengharapkan agar bapaslon melampirkan daftar obat yang dikonsumsi sebagai bahan BNN dalam membuat kesimpulan dari hasil pemeriksaan urine.

Mengingat angka penyalahguna narkotika di NTB cukup tinggi sekitar 63.000 orang, diminta kepala daerah yang terpilih agar menekankan kampanye anti narkotika. Bonus demografi diperkirakan akan terjadi pada tahun 2035, agar bonus demografi ini dimanfaatkan untuk produktifitas kemajuan ekonomi indonesia, jangan sampai generasi muda kita terjerumus ke dalam narkotika.

Sementara Ketua HIMPSI NTB pada kesempatan acara tersebut menyampaikan bahwa ada 5 aspek dengan 11 sub aspek psikologi yang akan diperiksa dalam serangkaian pemeriksaan psikologi pada pemeriksaan kesehatan bapaslon.

Pemeriksaan psikologi dilakukan untuk mengukur seberapa kapasitas intelektual bapaslon, dalam menganalisa masalah, dan mengahadapi situasi sulit. Termasuk kecerdasam emosi dan mengendalikan amarah. Harapan hidup, optimisme, produktifitas, idealisme, kerja keras, kapasitas psikologis muncul pada calon pemimpin daerah ini.Pemeriksaan psikologi akan berlangsung selama 8 jam. untuk itu membutuhkan stabilitas emosi yang baik, kontrol diri dan regulasi diri yang baik dari bapaslon. Sehingga dibutuhkan positive thinking dan relaxing sebagai persiapan sebelum pemeriksaan psikologi. Psikolog mengobservasi ruang-ruang psikologi para bapaslon untuk membantu KPU dalam menemukan profil psikologis bapaslon. Tim pemeriksa psikologi adalah para psikolog aktif dan memiliki kompetensi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.